Lewati ke isi halaman

Edukasi

Isi halaman ini mengacu pada pedoman Kementerian Kesehatan dan standar pertumbuhan WHO. Ketuk judul untuk membuka tiap bagian.

Cara mengukur yang benar

Anak di bawah 2 tahun: ukur panjang badan sambil berbaring

Pakai alat ukur panjang badan (infantometer atau papan ukur). Butuh dua orang: satu memegang kepala anak menempel di papan, satu meluruskan lutut dan menempelkan telapak kaki tegak.

Anak 2 tahun ke atas: ukur tinggi badan sambil berdiri

Anak berdiri tanpa alas kaki. Tumit, bokong, dan punggung menempel di dinding atau alat ukur, pandangan lurus ke depan.

Menimbang

Timbang anak dengan pakaian seminimal mungkin. Timbangan bayi atau timbangan digital lebih akurat.

Yang paling tepat: pakai angka berat dan panjang atau tinggi badan terakhir yang tercatat di buku KIA (buku pink) dari hasil pengukuran tenaga kesehatan, beserta tanggal pengukurannya. Untuk pengukuran ulang, datang ke Puskesmas Gadingrejo.

Meteran jahit atau perkiraan sering tidak akurat. Hasil pengukuran dari rumah sebaiknya dianggap perkiraan awal saja.

Gizi & pencegahan

1.000 Hari Pertama Kehidupan — sejak hamil sampai anak berusia 2 tahun — adalah masa paling penting untuk mencegah gangguan pertumbuhan.

Saat hamil

Periksa kehamilan rutin ke bidan atau dokter, minum tablet tambah darah sesuai anjuran tenaga kesehatan, dan makan bergizi seimbang.

ASI

Berikan ASI saja (ASI eksklusif) sampai usia 6 bulan, lalu lanjutkan menyusui sampai 2 tahun atau lebih.

MPASI mulai usia 6 bulan

Berikan makanan pendamping yang beragam, dengan protein hewani setiap hari — misalnya telur, ikan, ayam, daging, atau hati. Tekstur disesuaikan bertahap dengan usia anak. Untuk porsi dan jadwal yang tepat, konsultasikan ke bidan atau ahli gizi di Puskesmas Gadingrejo.

Imunisasi dan pemberian rutin

  • Imunisasi dasar lengkap sesuai jadwal di buku KIA.
  • Vitamin A dan obat cacing sesuai jadwal yang dianjurkan Puskesmas Gadingrejo.

Kebersihan

Cuci tangan pakai sabun sebelum menyiapkan makanan dan setelah dari jamban. Gunakan air bersih dan jamban sehat. Diare dan cacingan yang berulang bisa mengganggu pertumbuhan.

Pantau rutin

Timbang dan ukur anak setiap bulan, dan pastikan hasilnya dicatat di buku KIA. Yang paling penting adalah trennya, bukan satu kali ukur.

Tanda bahaya: segera bawa anak ke Puskesmas Gadingrejo atau fasilitas kesehatan terdekat

Kalau anak mengalami salah satu hal di bawah ini, jangan menunggu jadwal pemeriksaan berikutnya.

  • Berat badan tidak naik dua kali berturut-turut saat ditimbang.
  • Badan anak terlihat jauh menyusut, anak lemas, atau kehilangan nafsu makan dalam waktu lama.
  • Diare berkepanjangan atau berulang, muntah terus-menerus, atau tanda kekurangan cairan (sangat haus, jarang buang air kecil, mata cekung).
  • Demam tinggi, sesak napas, kejang, atau anak sulit dibangunkan.
  • Bengkak di kedua punggung kaki.
  • Perkembangan tertinggal jauh dari anak seusianya, misalnya belum bisa duduk, berdiri, atau bicara sesuai usia.

Kalau tanda bahaya muncul di luar jam layanan Puskesmas Gadingrejo, bawa anak ke fasilitas kesehatan atau IGD terdekat.

Ke mana harus pergi

Puskesmas Gadingrejo melayani pengukuran ulang dengan alat standar, pemeriksaan lanjutan, serta konsultasi bidan dan ahli gizi. Dari sini, bila perlu, tenaga kesehatan akan merujuk anak ke dokter atau dokter spesialis anak.

Untuk tanda bahaya di luar jam layanan Puskesmas Gadingrejo: bawa anak ke fasilitas kesehatan atau IGD terdekat.

Jangan lupa membawa buku KIA (buku pink) anak setiap kali datang.

Puskesmas Gadingrejo

Alamat Jl. Irian Jaya No.5, Gadingrejo, Kec. Gadingrejo, Kota Pasuruan, Jawa Timur 67131
Telepon (0343) 427512
Jam layanan Senin - Sabtu, 7.30–11.30 am
Buka di peta

Sudah siap mengecek?

Siapkan buku KIA (buku pink) anak, lalu masukkan angka terakhirnya.

Mulai Cek Pertumbuhan

Isi halaman ini adalah edukasi umum, bukan petunjuk pengobatan. Untuk kebutuhan khusus anak Anda, tanyakan langsung kepada bidan, dokter, atau ahli gizi di Puskesmas Gadingrejo.